media pertumbuhan mikroba
Judul
Praktikum :
Media Pertumbuhan Mikroba
Tanggal
Praktikum :
09 Oktober 2018
Tujuan
Praktikum :
- Mampu
merumuskan masalah pembuatan media pertumbuhan mikroba dengan menggunakan
medium NA (Nutrient Agar) dan PDA (Potato Dextrose Agar).
- Mampu
berhipotesis pembuatan media pertumbuhan media dengan menggunakan medium
NA dan PDA.
- Mampu
menentukan variabel bebas dan variabel terikat pembuatan media menggunakan
medium NA dan PDA.
- Mampu
membuat media dasar untuk biakan mikroba dengan menggunakan medium NA dan
PDA.
- Mampu
memprediksi hasil percobaan medium NA dan PDA.
- Mampu
mengkomunikasikan langkah-langkah praktikum dalam bentuk gambar dan hasil
observasi dalam bentuk tabel pengamatan.
- Mampu
menuliskan 2 persamaan dan 2 perbedaan berdasarkan cara-cara kerja dan
hasil pengamatan pertumbuhan mikroba.
- Mampu
menginterpretasikan (menyimpulkan) dari tabel pengamatan.
- Dasar Teori
Mikroorganisme
sebagai makhluk hidup sama dengan organisme hidup lainnya, sangat membutuhkan
energi dan bahan-bahan untuk membangun pertumbuhannya, seperti dalam sintesa
protoplasma dan bagian-bagisn sel yang lainnya. Bahan-bahan tersebut disebut
nutrien. Untuk memanfaatkan bahan-bahan tersebut, maka sel memerlukan sejumlah
kegiatan, sehingga menyebabkan perubahan kimia di dalam selnya. Semua reaksi
yang terarah yang berlangsung di dalam sel ini disebut metabolisme. Metabolisme
yang melibatkan berbagai macam reaksi di dalam sel tersebut, hanya dapat
berlangsung atas bantuan dari suatu senyawa organik yang disebut katalisator
organik atau biasa disebut biokatalisator yang dinamakan enzim. Untuk dapat
memahami tentang nutrisi dan metabolisme ini, pengetahuan dasar biokimia angat
dibutuhkan (Natsir dan Sartini, 2006).
Medium
adalah suatu bahan terdiri atas campuran nutrisi atau zat hara (nutrien) yang
digunakan menumbuhkan mikroorganisme di atas atau di dalamnya. Selain itu,
medium dapat dipergunakan pula untuk isolasi, perbanyakan, pengujian
sifat-sifat fisiologis, dan penghitungan jumlah mikroorganisme. Hal ini erat
kaitannya dengan postulat koch; untuk menetapkan suatu jenis mikroba sebagai
penyebab penyakit harus terlebih dahulu
harus mendapatkan mikroba dalam keadaan murni (pure culture) untuk diselidiki
sifat-sifatnya. Untuk tujuan tersebut sangat diperlukan suatu medium (perbenihan) sebagai tempat tumbuh dan isolasi mikroorganisme.(Waluyo,2008).
Medium yang
digunakan untuk menumbuhkan dan mengembangbiakkan mikroorganisme harus sesuai
susunannya dengan kebutuhan jenis-jenis mikroorganisme yang bersangkutan.
Beberapa mikroorganisme dapat hidup baik pada medium yang sangat sederhana yang
hanya mengandung garam anargonik di tambah sumber karbon organik seperti gula.
Sedangkan mikroorganime lainnya memerlukan suatu medium yang sangat kompleks
yaitu berupa medium ditambahkan darah atau bahan-bahan kompleks lainnya (Volk,
1993).
Menurut
Pelczar (1996), klasifikasi medium berdasarkan fungsinya digolongkan menjadi 7
golongan, yaitu:
1)
Medium umum, merupakan media yang ditambahkan
bahan-bahan yang bertujuan menstimulasi pertumbuhan mikroba secara umum.
Contoh: Nutrien Agar (NA) untuk menstimulasi pertumbuhan bakteri, Potato
Dextose Agar (PDA) untuk menstimulasi pertumbuhan fungi.
2)
Medium
khusus, merupakan medium untuk menentukan tipe pertumbuhan mikroba dan
kemampuannya untuk mengadakan perubahan-perubahan kimia tertentu. Contoh:
medium tetes tebu untuk Saccharomyces cerevisiae.
3)
Media
diperkaya (enrichment media), merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan
tertentu untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang diinginkan. Hal ini
dilakukan untuk menstimulasi pertumbuhan mikroba yang jumlahnya sedikit dalam
suatu campuran berbagai mikroba. Contoh: Chocolatemedia dan
Yeast-Extract-poptasium Nitrat Agar.
4)
Media
selektif, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan tertentu yang akan
menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan yang ada dalam suatu
spesimen. Inhibitor yang digunakan berupa antibiotik, garam dan bahan-bahan
kimia lainnya.
5)
Media
differensial, merupakan media yang ditambahkan bahan-bahan kimia atau reagensia
tertentu yang menyebabkan mikroba yang tumbuh memperlihatkan
perubahan-perubahan spesifik sehingga dapat dibedakan dengan jenis lainnya.
6)
Medium
penguji (Assay medium), merupakan medium dengan susunan ertentu yang digunakan
untuk pengujian senyawa-senyawa tertentu dengan bantuan bakteri. Contoh: medium
untuk menguji vitamin-vitamin, antibiotik, dan lain-lain.
7)
Medium
perhitungan jumlah mikroba yaitu medium spesifik yang digunakan untuk
menghitung jumlah mikroba dalam suatu bahan. Contoh: medium untuk menghitung
jumlah bakteri E. Coli air sumur.
Media Potato Dextrose Agar (PDA) merupakan
media yang umum digunakan untuk menganalisis jenis dan jumlah kapang pada
produk makanan. Masalah yang sering dihadapi dengan penggunaan media ini adalah
seringnya terjadi kegagalan dalam pengamatan morfologi dan penghitungan jumlah
koloni kapang akibat tumbuhnya koloni yang menyebar sehingga menghambat atau
menutupi koloni yang lain ( Indriati.dkk., 2010).
- Alat dan
Bahan
Alat dan bahan yang digunakan dalam
praktikum ini dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini:
Tabel 1. Alat yang digunakan dalam praktikum media
pertumbuhan mikroba.
|
No.
|
Alat
|
Jumlah
|
|
1.
|
Neraca atau timbangan
|
1
|
|
2.
|
Tabung reaksi
|
22
|
|
3.
|
Labu Erlenmeyer
|
1
|
|
4.
|
Rak tabung
|
2
|
|
5.
|
Batang pengaduk
|
2
|
|
6.
|
Gelas ukur
|
1
|
|
7.
|
Botol UC 1000
|
2
|
Tabel 2. Bahan yang digunakan dalam
praktikum media pertumbuhan mikroba
|
No.
|
Bahan
|
Jumlah
|
|
1.
|
Medium NA
|
5 gram
|
|
2.
|
Medium PDA
|
5,85 gram
|
|
3.
|
Akuades
|
Secukupnya
|
|
4.
|
Alkohol 70%
|
Secukupnya
|
C.
Langkah Kerja
1.
Pembuatan medium NA
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||||||||||||||||||
2.
Pembuatan medium PDA
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
![]() |
|||||||||||||||||||||
- Hasil
Pengamatan dan Pembahasan
Tabel 3. Hasil pengamatan pada media petumbuhan mikroba
setelah 48 jam
|
No.
|
Alat
|
Jumlah
|
Keterangan
|
|
1.
|
Cawan petri
|
30
|
Terkontaminasi
|
|
2.
|
Tabung reaksi
|
20
|
Terkontaminasi
|
|
2
|
Tidak terkontaminasi
|
Pada
praktikum yang telah dilaksanakan pada tanggal 09 Oktober 2018 adalah pembuatan
medium biakan untuk bakteri. Media biakan adalah media steril yang digunakan
untuk menumbuhkan mikroorganisme dengan memberikan tempat dan kondisi yang
mendukung untuk pertumbuhan mikroorganisme tersebut. Media biakan terdiri dari
garam organik, sumber energi (karbon), vitamin dan zat pengatur tumbuh
(ZPT). Selain itu, dapat pula
ditambahkan komponen lain seperti senyawa organik dan senyawa kompleks lainnya
(Soeryowinoto 1985).
Namun pada
praktikum ini digunakan medium NA dan PDA. PDA (Potato Dextrose Agar) adalah media yang umum untuk pertumbuhan
jamur di laboratorium karena memiliki pH yang rendah (pH 4,5 sampai 5,6)
sehingga menghambat pertumbuhan bakteri yang membutuhkan lingkungan yang netral
dengan pH 7,0, dan suhu
optimum untuk pertumbuhan antara 25-30 °C (Cappucino, 2014). Sedangkan NA (Nutrient Agar) merupakan suatu medium
yang berbentuk padat, NA (Nutrient Agar) dibuat dari campuran ekstrak daging
dan peptone dengan menggunakan agar sebagai pemadat.
Dilihat dari tabel
pengamatan diatas diketahui bahwa hanya 2 tabung reaksi yang tidak
terkontaminasi dari jumlah total 22 tabung reaksi dan total cawan petri
terkontaminasi. Terlihat pada media biakan yang terkontaminasi terdapat
bercak-bercak putih pada medianya. Media biakan yang gagal pada cawan petri dan
tabung reaksi dapat disebabkan beberapa hal meskipun pada alat-alat yang
digunakan sudah steril pada saat praktikum sebelumnya. Hal mungkin yang
menyebabkan gagalnya media biakan tersebut adalah medium yang digunakan sudah
kadaluarsa, penyumbat alat tidak kuat, dalam proses penuangan medianya terlalu
banyak orang yang ikut menuang tanpa memakai masker atau pun memakai masker
tetapi masih berbicara dan kondisi ruangan yang memungkinkan hinggapnya mikroba
saat proses penuangan.
Menurut Rakhmawati
(2012) terdapat persyaratan dalam penyiapan medium agar mikroba dpat tumbuh
baik yaitu : 1) mengandung semua nutirsi yang mudah digunakan oleh mikroba, 2)
mempunyai tekanan osmose, tegangan permukaan,dan pH yang sesuai, 3) tidak
mengandung zat-zat penghambat, dan 4) yang pastinya steril.
- Jawaban Pertanyaan
1.
Menurut saudara,
apakah yang terkandung dalam NA?
Terdapat
kandungan dalam NA yaitu ekstrak daging dan peptone.
2.
Mengapa menggunakan
medium NA?
Dalam medium NA terkandung
pepton, yeast dan beef extract yang berfungsi sebagai sumber
nitrogen dan sumber karbon, sumber vitamin dan beberapa senyawa lain untuk
menyokong pertumbuhan bakteri.
3.
Bagaimana saudara
mengetahui apabila medium NA dan PDA yang dibuat menunjukan keberhasilan dan
dapat digunakan untuk pertumbuhan mikroba?
Tidak
adanya pertumbuhan mikroba setelah proses sterilisasi medium yang ditandai dengan
bercak putih atau hitam, warna berubah dan berbau.
4.
Jelaskan,
faktor-faktor apa saja yang perlu diperhatikan dalam pembuatan media biakan?
-
Alat dan bahan
harus steril
-
Pembuatan media
harus sesuai dengan keadaan lingkungan kehidupan pertumbuhan mikroba yaitu susunan
makanannya (media harus mengandung air untuk menjaga kelembaban dan untuk pertukaran
zat/metabolisme, juga mengandung sumber karbon, mineral, vitamin dan gas), tekanan
osmose yaitu harus isotonik, derajat keasaman/pH umumnya netral tapi ada juga
yang alkali, temperatur harus sesuai dan steril. Media harus mengandung semua
kebutuhan untuk pertumbuhan mikroba, yaitu: sumber energi (contoh: gula),
sumber nitrogen, juga ion inorganik essensial dan kebutuhan yang khusus,
5.
Jelaskan 2
persamaan dan 2 perbedaan dalam cara-cara pembuatan media pertumbuhan NA dan
PSA dalam hasil pengamatan?
a)
Persamaan
-
Medium dicampur
dengan akuades dan dipanaskan
-
Mengalami proses
sterilisasi medium
b)
Perbedaan
-
Jumlah takaran
medium
-
Kandungan nutrisi
dari NA adalah ekstrak daging sedangkan PDA ekstrak Kentang.
- Kesimpulan
Dari praktikum ini
dapat disimpulkan bahwa pembuatan media pertumbuhan mikroba hanya berhasil
membuat 2 media biakan pada tabung reaksi dari jumlah total 20 tabung sehingga
perlu dilakukan kembali pembuatan media pertumbuhan mikroba dengan lebih baik
lagi.
- Daftar
Pustaka
Cappuccino, J.G. & Sherman N. (2014). Manual Laboratorium Biologi. Jakarta,
Indonesia: EGC.Gandjar, I. (2006). Mikologi Dasar dan Terapan.
Indriati, N,. Nandang Priyanto, Dan Radestya Triwibowo. 2010. Penggunaan
Dichloran Rose Bengal Chloramphenicol Agar (Drbc) Sebagai Media Tumbuh Kapang
Pada Produk Perikanan. Jurnal Pascapanen
Dan Bioteknologi Kelautan Dan Perikanan. Vol. 5 No. 2.
Natsir, Djide dan Sartini, 2006. Mikrobiologi Farmasi Dasar. Makassar : Universitas Hasanuddin, Makassar.
Pelczar. 1996. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Universitas Indonesia.
Rakhmawati, Anna. 2012. Penyiapan
media mikroorganisme. Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.
Soeryowinoto M. 1985. Budidaya Jaringan dan Manfaatnya. Yogyakarta: Fakultas Biologi
Universitas Gadjah Mada.
Volk dan Wheeler. 1993. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi ke 5. Jakarta : Erlangga
Waluyo. 2007. Mikrobiologi
Umum. Malang:
UMM Press.
Waluyo. 2008. Dasar
Dasar Mikrobiologi.
Malang: UMM Press.
H.
Lampiran






































Komentar
Posting Komentar